Rabu, 15 Maret 2017

Pilosopi umur kanggo wong jowo

FILISOPI  JAWA
          FILOSOPI  bilangan  dalam  Jawa,  dalam  bhs Indonesia ;
21  Dua  Puluh  Satu .
22  Dua  Puluh  Dua...s/d.
29  Dua  Puluh  Sembilan .
Dlm  bhs  Jawa  tidak  di  namakan  Rong  Puluh  Siji , Rong  Puluh  Loro , dst :  melainkan ... Selikur , Rolikur , .... s/d  Songo  Likur .

Di  sini  terdapat satuan  LIKUR .
yang  merupakan  kependekan  dari  Lingguh  KURsi ,    artinya  duduk  di  Kursi .
Pada  Usia  21 - 29  itulah  pada  umumnya  manusia  mendapatkan  TEMPAT  DUDUKNYA ,  Pekerjaannya , Profesi  yang  akan  di  tekuni  dlm  kehidupannya ...

Ada  penyimpangan  pada  bilangan  25 ,  tidak  di  sebut  sebagai  LIMANG  LIKUR , melainkan  SELAWE .

SELAWE  ;  (  SEneng  senenge  LAnang  lan  WEdok ) .  Puncak  asmara  laki laki  dan  perempuan  ,  yg  di  tandai  oeh  Pernikahan .
Maka  pada  usia  tersebut  pada  umumnya  orang  menikah   (  Dadi  Manten )

Ada  penyimpangan  lagi  pada  bilangan  50 ,  setelah  Sepuluh  Rong  Puluh ,  Telung  Puluh ,  Patang  Puluh ,  mestinya  Limang  Puluh .
Tapi  50  di  ucapakan menjadi  SEKET .

SEKET  (  SEneng  KEthonan ;  suka  memakai  Kethu / tutup  kepala  Topi  / Kopiah ) .
Tanda  usia  semakin  Lanjut , tutup  kepala  bisa  untuk  menutup  botak  atau  rambut  yang  memutih  karena  semirnya  habis ...
Di  sisi  lain  bisa  juga  kopiah  atau  tutup  kepala   melambangkan  orang  yang  seharusnya  sudah  lebih  taat  ber Ibadah...!

Pada  usia  50  thn  mestinya  seseorang   seharusnya  lebih  memperbanyak  Ibadahnya  dan  lebih  berbagi  untuk  bekal  memasuki  Kehidupan  Akherat  yang  Kekal  dan  Abadi...!

Dan  kemudian  masih  ada  Satu  Bilangan  lagi ,
Yaitu  60  ,  yang  namanya  menyimpang  dari  pola , bukan  Enem  Puluh  melainkan  SEWIDAK  atau  SUWIDAK .
SEWIDAK  (  SEjatine  Wis  wayahe  TinDAK  ) .
Artinya ?
Sesungguhnya  sudah  saatnya  pergi ,  sudah  matang....
Harus   sudah  Siap  di  panggil  menghadap  TUHAN

Elingo umur sedulur...  Yen wayahe.. Yo ndang dilakoni,. Umur kuwi ono bates2e..

Rak sah dipikir, cukup dilakoni wae..

Kamis, 02 Maret 2017

Ukuran frame sepeda biar nyaman dipakai gowes

Cara Menyesuaikan Ukuran Frame Sepeda Dengan Postur Tubuh Anda

Cara Menyesuaikan Ukuran Frame Sepeda Dengan Postur Tubuh Anda | Frame sepeda gunung akrab dikenal juga dengan sebutan bingkai. Ini merupakan komponen yang berukuran paling besar, terbuat dari besi, dan berfungsi sebagai penghubung bagian depan sepeda dengan bagian belakangnya. Frame sepeda terdiri dari head tube, top tube, down tube, seat stay, dan chain stay.

Setiap produsen sepeda memiliki aturan yang berbeda-beda dalam menggolongkan ukuran frame. Sebagai contoh bingkai sepeda yang dikelompokkan menjadi ukuran S, M, dan L.
Frame berukuran S cocok dipakai untuk pengendara yang memiliki tinggi badan berkisar 145-165 cm. Frame berukuran M sesuai digunakan oleh pengendara dengan tinggi badan sekitar 165-175 cm. Sedangkan bingkai berukuran L tepat dipilih oleh pengendara yang mempunyai tinggi badan antara lebih dari 175 cm.

Namun mengingat sistem pengukuran di atas belum baku, tingkat keakuratannya pun belum 100 persen. Masih ada kemungkinan di mana seseorang yang tingginya 173 cm namun lebih sesuai memakai frame sepeda tipe L dikarenakan ukuran kakinya cukup jenjang. Pemilihan sebaiknya didasarkan pada kesesuaian ukuran bingkai yang sesungguhnya dengan postur tubuh si pengendara.

Berikut ini langkah-langkah dalam menyesuaikan ukuran frame sepeda dengan postur tubuh Anda!
1. Naiki sepeda dan berdirilah secara tegak tanpa duduk di sadel. Cobalah pegang setang sepeda dengan lurus dan pastikan tangan Anda mudah mengendalikan handle tersebut.

2. Perhatikan jarak antara frame bagian top tube dengan selangkangan Anda. Usahakan tersisa jarak kosong sekitar 3-5 cm sebagai antisipasi bila Anda tiba-tiba harus turun dari sadel sehingga organ selangkangan tidak membentuk bingkai sepeda.

3. Ukuran frame sudah tepat, tapi kok letak setangnya terasa kejauhan? Solusinya Anda bisa mengganti dengan handle yang lebih pendek.

4. Jangan lupa sesuaikan pula ketinggian seatpost supaya ketika Anda duduk di sadel maka posisi kaki tetap lurus agak menekuk ke arah pedal terbawah. Pertahankan posisi sadel tersebut dengan mengencangkan kuncinya.